Pilih Bahasa






![]() | Today | 12 |
![]() | Yesterday | 12 |
![]() | This week | 12 |
![]() | Last week | 129 |
![]() | This month | 378 |
![]() | Last month | 987 |
![]() | All days | 12978 |
Your IP: 38.107.179.230
,
Today: May 20, 2012
| Penelitian Efek Jatuh cinta |
|
|
|
| Written by Irfan Sulton Hidayatullah |
| Sunday, 31 October 2010 07:40 |
|
Hasil dari tim Professor Ortigue mengungkapkan ketika seseorang jatuh cinta, 12 wilayah otakbekerja secara bersamaan untuk melepaskan euforia-inducing bahan kimia seperti dopamin, adrenalin oksitosin, dan vasopression. Perasaan cinta juga mempengaruhi fungsi kognitif, seperti representasi mental, metafora dan citra tubuh. Peneliti meningkatkan pertanyaan dari hipotesa penelitian mereka: "Apakah cinta itu: jatuh hati, atau otak?" "Itu pertanyaan yang selalu sulit," kata Ortigue. "Saya akan mengatakan otak, tapi hati juga terkait karena konsep yang rumit cinta dibentuk oleh proses bottom-up dan top-down dari otak ke jantung dan sebaliknya. Misalnya, aktivasi di beberapa bagian otak dapat menimbulkan rangsangan ke jantung, dan rangsangan"butterllies" dalam perut. Beberapa gejala kita kadang-kadang merasa sebagai manifestasi dari hati kadang-kadang bisa datang dari otak.. " Ortigue adalah asisten profesor psikologi dan asisten profesor sisipan dari neurologi, baik dalam The College of Arts and Sciences di Universitas Syracuse. Peneliti lain juga menemukan darah kadar faktor pertumbuhan saraf, atau NGF (nerve growth factor), juga meningkat. Level tersebut secara signifikan lebih tinggi pada pasangan yang baru saja jatuh cinta. Molekul yang terlibat memainkan peran penting dalam kimia sosial manusia, atau fenomena "cinta pada pandangan pertama". "Hasil ini mengkonfirmasi cinta memiliki dasar ilmiah," tambah Ortigue. hasil penelitian ini memiliki implikasi besar bagi ilmu saraf dan penelitian kesehatan mental karena ketika cinta tidak berhasil, itu bisa menjadi penyebab signifikan stres emosional dan depresi. "Ini probe lain ke otak dan ke dalam pikiran pasien," kata Ortigue. "Dengan memahami mengapa mereka jatuh cinta dan mengapa mereka begitu patah hati, mereka dapat menggunakan terapi baru". Dengan mengidentifikasi bagian otak yang dirangsang oleh cinta, dokter dan terapis dapat lebih memahami rasa sakit pasien ketika patah hati atau gagal dalam hubungan percintaan. Penelitian ini juga menunjukkan bagian yang berbeda dari otak untuk jatuh cinta. Sebagai contoh, cinta tanpa syarat, seperti bahwa antara ibu dan anak, yang dipicu oleh daerah otak yang sama dan berbeda, termasuk tengah otak. Gairah cinta seseorang dipicu oleh bagian otak yang disebut "reward part", dan juga asosiasi area otak kognitif yang memiliki tingkat tinggi fungsi kognitif, seperti citra diri. Ortigue dan timnya bekerja dengan tim dari West Virginia University dan sebuah rumah sakit dari universitas di Swiss. Hasil studi diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine. Ortigue bekerja pada studi cinta dengan rekan-rekan Francesco Bianchi-Demicheli (Universitas Jenewa Psychiatric Center, Swiss), James Lewis (West Virginia University), Nisa Patel (mahasiswa sarjana dalam SU's College Seni dan Ilmu Pengetahuan) dan Chris Frum (West Virginia University). Editor's Catatan: Artikel ini tidak dimaksudkan untuk memberikan nasihat medis, diagnosis atau perawatan. Cerita Sumber: Cerita di atas dicetak (dengan adaptasi editorial oleh staf harian Ilmu Pengetahuan) dari bahan-bahan yang disediakan oleh Universitas Syracuse Referensi jurnal: |
Kata Mutiara Sains
benda dan energi berada dalam arti yang berimbangan dan hubungan antara keduanya dirumuskan sebagai E = mc2. E menunjukkan energi dan m menunjukkan massa benda, sedangkan c merupakan kecepatan cahaya.
|
Gallery
Paling Sering Dibaca
- Baru Ditemukan Mekanisme Perbaikan DNA
- Penelitian Efek Jatuh cinta
- Nanopartikel Oksida Besi Menjadi Alat Pengobatan untuk Tumor Otak
- Seberapa Aman kah privasi Anda? Berpikir Seperti Hacker, Programmer Temukan celah keamanan dalam 'Secure' microchip
- The World Is Not Flat: Menjelajahi Sel dan Organ di Tiga Dimensi












